Yesus Penyembuh Keputusasaan dan Kehampaan (Ketidakbermaknaan)
9/20/20263 min baca
Obyektif: Jemaat terbebas dari keputusasaan dan kehampaan, sehingga menjalani hidup sebagai murid Kristus dengan tujuan untuk menjadi berkat dan hidup dalam penuh pengharapan.
<Pemandu memberikan rangkuman dari khotbah dan juga mengajak jemaat membaca Firman Tuhan>
Di tengah dunia yang penuh tekanan, ketidakpastian, dan tantangan hidup, setiap orang pasti memiliki tantangannya sendiri dan pernah mengalami rasa putus asa, bahkan mempertanyakan arti hidupnya. Ilustrasi mengenai kehidupan seorang Holocaust survivor di kamp penyiksaan Auschwitz bernama Viktor Frankl dapat memberi inspirasi bagi kita. Ia menuliskan bahwa seseorang yang memiliki suatu tujuan hidup akan memiliki kekuatan saat menghadapi tekanan dan penderitaan. Tetapi sebaliknya, orang yang tidak punya tujuan hidup yang jelas akan menjadi lemah dan tidak punya motivasi untuk meneruskan hidup saat mengalami penderitaan. Apakah tujuan hidup Anda?
Hari ini, kita akan belajar dari kisah Nabi Elia. Setelah mengalami kemenangan besar ketika Tuhan menjawab doanya dengan menurunkan api dari langit, Elia justru mengalami ketakutan dan ancaman yang luar biasa. Elia melarikan diri, merasa lelah, tertekan, dan bahkan meminta agar hidupnya diakhiri saja. Mari kita baca kisahnya di 1 Raja-Raja/1 Kings 19:1-8 <Pemandu mengajak jemaat membaca bergiliran>.
Melalui kisah ini kita belajar bahwa orang yang mengasihi Tuhan pun dapat mengalami pergumulan mental, dan emosional. Namun, setelah membaca sampai tuntas, kita akan mengerti bahwa Tuhan tidak meninggalkan Elia. Tuhan datang untuk memulihkan, menguatkan, dan memberikan harapan yang baru. Dalam perjanjian baru juga kita bisa membaca bagaimana hati Tuhan Yesus yang sangat mengasihi kita di saat kita sedang merasa hampa atau putus asa, mari kita baca bersama Mat 9:35-36 <Pemandu mengajak jemaat membaca kedua ayat tersebut bersama-sama>.
Ini menggambarkan Tuhan Yesus sebagai gembala yang berbelas kasihan kepada domba-domba-Nya. Sama seperti domba membutuhkan gembala, jika kita merasa hidup tidak artinya, maka itu berarti kita sangat membutuhkan Tuhan untuk memimpin dan menguatkan kehidupan kita.
Pertanyaan Penuntun: Apakah anda pernah mengalami masa-masa di mana anda merasa lelah, kehilangan semangat, putus asa, atau mempertanyakan tujuan hidup? Bagaimana anda menghadapi/merespon perasaan tersebut? Lalu, bagaimana Tuhan menguatkan anda?
<Pemandu membagikan kesaksian pribadi mereka terlebih dahulu, lalu mendorong jemaat-jemaat lain untuk bersaksi dan berdiskusi secara jujur dan terbuka>
Jika kita mau menjadi murid Tuhan, maka kita akan belajar dan mengerti bahwa hidup kita sangat berharga, hidup tidak terasa hampa karena ada tujuan yang Tuhan berikan, dan kita tidak akan putus asa karena ada pengharapan dan kekuatan yang Tuhan telah siapkan.
Saya meminta salah satu jemaat untuk membacakan 1 Pet 4:13-14 dan juga Filipi/Phil 4:13 <pemandu menunjuk salah satu jemaat>. Dari kedua ayat ini kita bisa mengerti bahwa:
• Sebagai murid Kristus, kita melihat penderitaan dengan perspektif yang berbeda. Kesulitan atau penderitaan yang kita alami tidak sia-sia. Karena ketika kita menderita karena mengikuti Kristus dan menjalani tujuan hidup kita untuk memuliakan Tuhan dan menjadi berkat bagi orang lain, kita sedang mengambil bagian dalam penderitaan-Nya dan akan melihat kemuliaan Tuhan dinyatakan.
• Keputusasaan sering muncul ketika kita hanya melihat keterbatasan diri sendiri atau ketika kita mengambil mentalitas boss (mengontrol dengan kekuatan sendiri). Tetapi sebenarnya, kekuatan sejati berasal dari Kristus yang akan memampukan kita, bukan dari kemampuan kita.
• Saat kita hanya berfokus pada diri sendiri, kita akan mudah kecewa ketika harapan tidak terpenuhi. Sebaliknya, ketika hidup berpusat pada Tuhan dan Kerajaan-Nya, kita akan memiliki alasan untuk terus berjalan meskipun menghadapi tantangan.
• Oleh karena itu, kita perlu mengambil mentalitas sebagai murid dan melakukan kewajiban kita untuk memiliki hubungan dengan Tuhan, menjadi berkat, dan mengasihi orang lain.
Pertanyaan Aplikasi: Dari pembahasan kita hari ini, pelajaran apa yang paling memberkati Anda atau yang memberikan cara pandang (perspektif) baru?
Lalu, langkah atau tindakan praktis apa yang mau Anda coba lakukan untuk menjalani hidup kita sebagai murid Tuhan yang memberkati gereja dan orang lain?
<Pemandu membagikan aplikasi pribadi terlebih dahulu, kemudian mendorong setiap jemaat untuk menyampaikan satu atau dua langkah praktis yang akan dilakukan untuk berkontribusi dalam gereja, saling peduli terhadap satu dengan yang lain di komunitas CG dan gereja, keluarga, dan tempat kerja>
Beberapa contoh praktis yang bisa dilakukan:
• Ketika menghadapi tekanan dalam pekerjaan atau aspek kehidupan lain, mari kita memilih untuk membangun hubungan pribadi dengan Tuhan, berdoa dan meminta hikmat Tuhan daripada terus-menerus khawatir atau mencari jawaban melalui sumber-sumber yang duniawi.
• Kurangi kebiasaan mengeluh dan mulai belajar mengucap syukur dan mencari pelajaran yang Tuhan ingin ajarkan melalui setiap masalah (mentalitas murid).
• Membiasakan diri untuk membaca, mengingat dan memperkatakan janji Firman Tuhan ketika sedang merasa lemah atau putus asa.
• Tidak hanya datang ke gereja untuk menerima berkat atau menjadi pasif saja, tetapi juga berkontribusi dan aktif mengambil peran di gereja dan melayani orang lain.
• Ambil komitmen untuk mendoakan minimal 2 atau 3 orang dalam komunitas CG ini selama 2 minggu ke depan, pahami apa yang menjadi pergumulan mereka dan bantu dalam doa.
Untuk menyimpulkan, jangan merasa putus asa dengan keadaan hidup kita atau merasa hampa karena harapan kita ada yang belum terpenuhi. Hidup kita sangat berharga karena kita diciptakan menurut gambar Allah, memiliki tujuan untuk memuliakan-Nya, dan tidak pernah menjalani kehidupan ini sendirian. Ada Firman Tuhan yang akan menyegarkan hidup kita, melalui gereja dan komunitas CG yang Tuhan berikan. Mari kita saling menguatkan satu sama lain. Jadikan Yesus sebagai sumber kekuatan dan pengharapan bagi hidup kita.
Karena itu, marilah kita kembali menaruh fokus kepada Kristus, mempercayakan setiap pergumulan kepada-Nya, dan hidup sebagai murid yang setia, yang terus berharap kepada Tuhan serta menjadi berkat bagi sesama.
<Pemandu mengajak jemaat untuk berkelompok-kelompok 2 atau 3 orang untuk saling mendoakan. Kemudian pemandu akan menutup dalam doa meminta Roh Kudus untuk memberikan pengharapan baru, mengingatkan tujuan hidup, dan membimbing setiap jemaat menjadi murid Tuhan yang setia>

Komunitas Kristen yang dinamis di tengah kota Philadelphia, yang didedikasikan untuk menyebarkan kasih Tuhan dan membangun iman yang memberkati seluruh bidang kehidupan.
© 2026 All rights reserved.
