Mengenal atau Sekedar Tahu tentang Yesus

CAREGROUP

9/27/20263 min baca

Obyektif: Setiap jemaat mampu membedakan sekedar tahu atau mengenal Tuhan Yesus, dan mau berkomitmen membangun hubungan pribadi dengan Tuhan dalam iman/percaya, ketaatan dan kasih kepada-Nya.

Hal yang menyedihkan/ironis: Kita bisa mengetahui banyak hal tentang Yesus namun tetap tidak mengenal Yesus. Iman sejati bergerak dari memiliki informasi menuju hubungan secara pribadi — dengan kata lain: Dari kagum akan Kristus dari kejauhan menuju pada sikap mempercayai-Nya, berbicara langsung dengan-Nya, dan menaati-Nya karena mengasihi-Nya.

<Pemandu memberikan rangkuman dari khotbah dan juga mengajak jemaat membaca Firman Tuhan>

Tahu dan mengenal seseorang adalah 2 hal yang berbeda. Tahu tentang seseorang tidak cukup untuk bisa mengenal orang tersebut. Pengenalan kita akan Tuhan juga tidak bisa hanya sekadar tahu saja. Ada paham-paham/ajaran-ajaran yang menyesatkan yang menjauhkan kita dari mengenal pribadi Yesus dengan benar. Dalam sejarah gereja mula-mula, ada konsep yang keliru/menyesatkan mengenai Yesus. Contoh: Arianisme yang berpendapat Yesus tidak memiliki tingkat keilahian yang sama dengan Allah Bapa. Doketisme menekankan keilahian Yesus dan mengajarkan bahwa Ia tidak memiliki tubuh manusiawi jasmani, karena tubuh Yesus bukanlah realitas melainkan suatu ilusi. Nestorianisme memisahkan Yesus menjadi dua pribadi yang berbeda, yang satu bersifat manusia dan yang lain bersifat ilahi.

Kita percaya, sesuai Alkitab, bahwa Tuhan Yesus adalah 100% Allah dan 100% manusia, dan kedua natur tersebut terintegrasi dengan sempurna dalam kesatuan pribadi Yesus. Sebagai manusia, Ia menjadi korban sempurna untuk membayar harga penebusan manusia yang berdosa. Sebagai Allah, Yesus sanggup mengampuni dosa dan menyelamatkan kita dengan sempurna.

Mari kita buka kebenaran Firman Tuhan dan membaca Yohanes/John 5:23 dan Wahyu/Rev 5:6-14 <pemandu mengajak jemaat membaca secara bergiliran>.

Dari Firman Tuhan, kita perlu memahami tanpa ragu mengenai ketuhanan dan keilahian Yesus:

• Penghormatan kita kepada Yesus itu sama dengan penghormatan kepada Allah Bapa, karena sejatinya Yesus adalah 100% ilahi.

• Yesus adalah Anak Domba yang menebus dosa kita dan memberikan keselamatan; tidak ada pribadi lain yang bisa menggaransi keselamatan selain Tuhan Yesus.

• Para tua-tua dan malaikat menyembah Yesus, Tuhan Yesus layak menerima kuasa, kekayaan, hikmat, kekuatan, hormat, kemuliaan, dan pujian tertinggi.

Pertanyaan Penuntun: Menurut pengertian Anda secara jujur dan terbuka, apakah Anda sudah mengenal Tuhan? Jika iya, bagikan 1 atau 2 pribadi Tuhan yang Anda kenal betul dan bagaimana pengalaman Anda dalam mengenal pribadi Tuhan tersebut?

<Pemandu membagikan pengertian dan kesaksian pribadi mereka terlebih dahulu, lalu mendorong jemaat-jemaat lain untuk bersaksi dan berdiskusi secara terbuka>

Yudas:
Hidup dan jalan bersama dengan Yesus, belum tentu sungguh-sungguh mengenal dan mengasihi Yesus, contohnya adalah Yudas Iskariot, mari kita baca bersama-sama Matius/Mat 26:47-50 <pemandu mengajak semua jemaat membaca bersama-sama>.

Walaupun Yudas selama sekitar 3 tahun mendengar khotbah dan pengajaran dari Yesus, melihat mujizat secara langsung, pada akhirnya ia mengkhianati Yesus menggunakan ciuman demi kekayaan materi.

Dari kisah ini, kita perlu waspada, memiliki informasi tanpa punya hubungan yang dalam dan dekat secara pribadi dengan Tuhan, sebenarnya belum tentu kita benar-benar mengenal Tuhan. Bisa terjadi, seseorang dekat dengan gereja dan terlibat dalam pelayanan sepanjang hidupnya namun tetap jauh dari Kristus. Yudas tahu fakta-fakta tentang Yesus, namun hal tersebut tidak mengubah kehidupan dan hatinya.

Seorang buta yang disembuhkan:
Sebaliknya, kita bisa belajar dari seorang buta di Yohanes/John 9:35-38. <Pemandu meminta satu orang jemaat membacakan ayat-ayat tersebut>.Satu perjumpaan atau pengalaman yang sangat pribadi dengan Tuhan Yesus membuat orang buta tersebut beriman dengan sungguh-sungguh, menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan.

Pertanyaan Aplikasi: Oleh karena itu, mari kita jawab 3 pertanyaan yang menandakan kita benar-benar mengenal Tuhan Yesus atau tidak: <Untuk setiap pertanyaan, pemandu mengambil jeda dan akan meminta 2-3 orang untuk menjawab dan menjelaskan alasannya, pemandu juga bisa menjawab ketiga pertanyaan tersebut bersama jemaat>

1. Apakah Anda mempercayai Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh atau hanya mengagumi Tuhan? Kepercayaan yang sejati kepada Yesus akan mengubah hidup. Mengenal Yesus berarti, "Dia adalah Tuhanku. Aku mempercayakan dosaku, keluargaku, kesehatanku, uangku, masa depanku kepada-Nya—sekarang juga, hari ini."

2. Apakah Anda berbicara langsung dengan Tuhan Yesus (doa) atau hanya membicarakan tentang Dia? Pengetahuan sejati tentang Kristus terwujud dalam DOA. Bukan kata-kata yang dipoles—melainkan kata-kata yang jujur. Berbicara kepada-Nya tentang kekhawatiran Anda di malam hari. Mengucapkan terima kasih kepada-Nya ketika cucu Anda lahir. Menangis kepada-Nya ketika Anda menguburkan orang yang Anda cintai. Memohon kekuatan kepada-Nya sebelum menjalani hari kerja yang berat.

3. Apakah mengasihi Tuhan sudah terwujud dengan ketaatan dalam hidup anda? Adakah perintah Kristus—ampunilah orang itu, hentikan kebiasaan itu, berlakulah setia dalam hubungan dengan suami/istri/keluarga Anda, berilah dengan murah hati, berkatalah jujur—yang selama ini Anda abaikan? Jika Anda terus menolak hal-hal itu, itu bukanlah hal sepele/kecil. Itu adalah jendela/refleksi untuk melihat apakah kasih Anda kepada Kristus benar-benar membara di hati Anda, atau telah menjadi dingin.

Pemandu membacakan ayat penutup di Yohanes/John 14:15: “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku”. John Owen berkata kasih yang tidak menghasilkan ketaatan bukanlah kasih sejati, dan ketaatan yang tidak berasal dari kasih bukanlah ketaatan yang sejati.

Mari kita merenungkan pembahasan hari ini sebelum kita berdoa kepada Tuhan. Bukan harta dunia yang kita minta, tetapi pengenalan akan Tuhan. Bukan tindakan semata-mata, tetapi didasari oleh kasih.

Hari ini, rendahkan diri kita di hadapan Tuhan. Kita ingin mengalami pengalaman seperti orang buta yang disembuhkan Tuhan dan mengenal Tuhan secara pribadi, bukan hanya tahu tentang Tuhan.

Kita ingin mengasihi Tuhan dalam setiap ketaatan dan tindakan kita, baik itu berdoa, beribadah, mengambil bagian dalam pelayanan, mengembalikan persepuluhan, memberi korban, dan mengasihi gereja lokal dan anggota jemaat yang lain.

<Pemandu mengajak semua jemaat berdoa bersama, meminta pertolongan Roh Kudus agar setiap hari semua jemaat semakin mengenal Tuhan>

Komunitas Kristen yang dinamis di tengah kota Philadelphia, yang didedikasikan untuk menyebarkan kasih Tuhan dan membangun iman yang memberkati seluruh bidang kehidupan.

© 2026 All rights reserved.