Kuasa Perkataan Berkat
6/7/20263 min baca
Referensi Khotbah: https://www.youtube.com/live/wXnHcxEnufA?si=PyDOMB0QWKxyWV72&t=1815
Obyektif: Jemaat mengerti kuasa perkataan berkat yang berasal dari hati yang baik, memeluk identitas mereka sebagai imamat yang rajani dan tunduk kepada otoritas yang Tuhan tetapkan.
<Pemandu memberikan rangkuman dari khotbah dan juga mengajak jemaat membaca Firman Tuhan> Mari kita membuka diskusi CG hari ini dengan membaca Amsal 18 ayat 21 bersama-sama <pemandu mengajak jemaat membaca>. Firman Tuhan mengajarkan bahwa satu organ kecil, yaitu lidah, ternyata menguasi kematian dan kehidupan; ini berarti:
• Setiap perkataan kita memiliki kuasa yang besar dan buah yang kita terima tergantung dari bagaimana kita menggunakannya, oleh karena itu kita perlu berhati-hati dalam setiap perkataan kita (jangan sampai kita memperkatakan hal-hal yang negative bagi hidup kita). Lidah yang kecil ini mengendalikan hidup kita, ayo kita baca secara bergantian Yakobus 3 ayat 3-5 dan 9-10.
• Perkataan yang memberkati (penuh dengan berkat) adalah perintah dari Tuhan untuk kita lakukan, seperti di Bilangan 6 ayat 23-27, Tuhan memerintahkan imam Harun untuk memperkatakan berkat secara eksplisit <pemandu membacakan ayat-ayat tersebut>.
• Yesus juga menjelaskan prinsip penting ini kepada para murid-Nya, mari kita baca bersama Matius 12 ayat 34-35. Perkataan kita bersumber dari bagaimana kondisi hati kita. Jika hati kita baik, maka perkataan kitapun akan baik, dan begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu, saat kita lahir baru, mengundang Roh Kudus masuk ke dalam hati kita, saat kita mendengar kebenaran Firman Tuhan dan bertobat; maka sesungguhnya Tuhan bekerja untuk mengubahkan hati kita dan memberikan kita kehidupan yang baru (2 Korintus 5 ayat 17).
Pertanyaan Penuntun: pada kesempatan diskusi kali ini, apakah ada yang mau bersaksi bagaimana kuasa perkataan (baik atau buruk) itu memang nyata berdampak dalam kehidupan anda?
Apakah selama ini anda mengalami kesulitan untuk memperkatakan berkat dalam kehidupan seharihari, apa saja tantangannya?
<Pemandu membagikan kesaksian pribadi mereka lalu meminta jemaat-jemaat lain untuk berani menyampaikan kesaksian pengalaman ataupun kesulitan mereka> Kita perlu memahami lebih lagi bahwa kuasa perkataan ini bukan berarti kita mengontrol Tuhan dan mengontrol berkat; bukan berarti kita perkatakan sesuatu yang kita mau maka kita akan langsung dapatkan. Pengertian yang benar, karena kita memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan maka kita memperkatakan atau mendeklarasikan berkat.
Tanpa hubungan dengan Tuhan, pasti sulit untuk memperkatakan berkat dalam hidup kita sehari-hari. Namun jika kita mengerti identitas kita dalam Tuhan, bahwa kita dipanggil menjadi imam yang rajani (pemandu membacakan 1 Petrus 2 ayat 9), ini artinya kita dipilih dan dipakai Tuhan untuk memberkati orang lain di sekitar kita; maka memperkatakan berkat bukanlah hal yang sulit untuk kita lakukan.
Menerima identitas sebagai imamat yang rajani juga berarti kita perlu tunduk kepada otoritas Tuhan. Mari kita baca bersama-sama kebenaran Firman Tuhan di Roma 13 ayat 1 dan 2; lanjut Ibrani 13 ayat 17. Tuhan telah menetapkan kepemimpinan dalam skala besar (pemerintah/negara) dan juga skala yang lebih kecil (gereja lokal NLPC).
Oleh karena itu, jika kita menerima kebenaran Firman Tuhan dari otoritas dalam hidup kita, walaupun itu rasanya berat atau bahkan seperti teguran untuk diri kita; maka ingatlah ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan rohani kita dan melindungi kita untuk terhindar dari ajaran yang tidak sehat. Pertanyaan Aplikasi: untuk mengaplikasikan pengertian baru yang kita pelajari yang telah kita diskusikan, apa saja tindakan-tindakan yang mau kita coba lakukan untuk membentuk habit yang baru untuk kita memperkatakan berkat? Apakah ada orang-orang di sekitar kehidupan anda yang ingin anda doakan dan ucapkan berkat untuk mereka? Apakah ada situasi-situasi dalam hidup anda di mana anda perlu untuk mulai ucapkan berkat?
<Pemandu membagikan jawaban pribadi dan meminta para jemaat untuk membagikan jawaban mereka>
Dari setiap komitmen kita untuk memperkatakan berat, kita perlu bungkus dengan kasih Tuhan untuk kita mengasihi saudara-saudara kita; 1 Petrus 3 ayat 8-9 <pemandu membacakan kepada jemaat>:
“3:8 Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati,
3:9 dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat”.
Mari kita siapkan hati kita, minta Roh Kudus untuk memberikan kita kekuatan agar kita tunduk pada otoritas Firman Tuhan, agar hati kita diubahkan terus menerus menjadi lebih baik, sehingga sehingga Tuhan mencurahkan berkat-berkat-Nya bagi kita dan orang lain lewat perkataan-perkataan kita.
<Pemandu mengajak jemaat untuk menyembah Tuhan dan menutup dengan doa komitmen bersama>
Komunitas Kristen yang dinamis di tengah kota Philadelphia, yang didedikasikan untuk menyebarkan kasih Tuhan dan membangun iman yang memberkati seluruh bidang kehidupan.
© 2025. All rights reserved.
