Hikmat Mengatur Hidup dan Waktu/Kesempatan (Kairos)

8/30/20263 min baca

Obyektif: Jemaat memahami berharganya waktu yang Tuhan berikan sehingga mereka mau mengevaluasi kehidupan, meminta pimpinan Roh Kudus untuk bisa mempergunakan waktu dengan berhikmat, memprioritaskan perkara yang bersifat kekal dan sesuai dengan keinginan Tuhan.

<Pemandu memberikan rangkuman dari khotbah dan juga mengajak jemaat membaca Firman Tuhan>

Mari kita memulai diskusi hari ini dengan membaca secara bersama-sama Efesus/Eph 5:15-18. Dalam surat Efesus ini, Tuhan mengingatkan kita untuk memperhatikan dengan bijaksana bagaimana kita hidup, terutama dalam mempergunakan waktu. Kita semua mendapatkan waktu yang sama setiap hari (24 jam x 7 dalam 1 minggu). Waktu tidak bisa kita atur; tetapi bagaimana kita mempergunakan waktu tersebut akan menentukan buah atau hasil yang akan kita terima.

Dari Firman Tuhan kita bisa belajar beberapa prinsip penting:

• Ayat 16, “pergunakanlah waktu yang ada”, artinya kita jangan sampai membuang waktu menjadi sia-sia. Ini berarti kita perlu mengevaluasi apakah kita memakai waktu untuk hal-hal yang tidak terlalu berguna tetapi tanpa sadar memakan banyak porsi dari waktu kita.

• Dalam ayat tersebut, waktu dalam bahasa Yunani menggunakan kata “kairos”, yaitu kesempatan yang Tuhan berikan untuk melakukan kehendak-Nya. Tuhan memberikan kesempatan yang sama kepada setiap orang untuk bertumbuh, melayani, menjadi saksi Kristus, membangun keluarga, dan melakukan kehendak-Nya. Kesempatan yang tidak dimanfaatkan sering kali tidak akan kembali lagi.

• Mazmur/Psalm 39:4-5 (pemandu membacakan ayat-ayat tersebut kepada jemaat); mengingatkan bahwa hidup ini singkat dan fana, hanya Tuhan yang tahu berapa banyak waktu yang diterima oleh setiap orang. Oleh karena itu, setiap kesempatan yang Tuhan berikan harus digunakan dengan penuh hikmat dan kebijaksanaan, mengerti dan melakukan kehendak Tuhan.

• Sebelumnya, dalam Efesus/Eph 5:15, Firman Tuhan juga mengingatkan bahwa kita hidup di dunia yang penuh pengaruh jahat. Dunia terus berusaha menarik perhatian, prioritas, dan bahkan iman orang percaya menjauh dari Tuhan. Kita perlu waspada, jangan sampai kita melewatkan kehendak Tuhan bagi kita.

Pertanyaan Penuntun: Jika kita melihat kembali dalam 1 atau 2 bulan terakhir ini, aktivitas apa yang paling banyak menyita waktu dan perhatian Anda? Menurut penilaian Anda sendiri, apakah penggunaan waktu tersebut sudah mencerminkan prioritas yang Tuhan inginkan dalam hidup Anda?

<Pemandu membagikan jawaban pribadi mereka terlebih dahulu, lalu meminta jemaat-jemaat lain untuk berani secara terbuka menceritakan refleksi penggunaan waktu mereka>

Mari kita membaca Mazmur/Psa 90:12 bersama-sama yang seharusnya menjadi doa kita juga:

"Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.”

Mempergunakan waktu dengan bijaksana adalah proses hidup yang kita perlu lalui bersama dengan Tuhan setiap harinya melalui persekutuan yang erat dengan Tuhan. Menghitung hari berarti kita perlu menyadari bahwa waktu ini terbatas sehingga kita bisa mengatur apa prioritas hidup kita yang utama, apa saja kebiasaan kita dalam mempergunakan waktu, dan apakah sudah selaras dengan mau Tuhan.

Ini juga berarti kita mau diajar oleh Roh Kudus. Untuk bisa diajar, kita perlu memiliki hati yang terbuka, siap untuk dikoreksi, dan menerima tuntunan Firman Tuhan. Jangan sampai “mata” kita tertutup oleh ilah zaman sekarang, tandanya, kita sulit melihat nilai sesungguhnya dari kebenaran Firman Tuhan dan cenderung mengejar hal-hal yang hanya bersifat sementara. Oleh sebab itu, kita perlu membuka hati kepada Roh Kudus agar mampu mengenali apa yang menjadi kehendak Tuhan.

Pertanyaan Aplikasi: Setelah membahas firman Tuhan hari ini, adakah area tertentu dalam penggunaan waktu atau prioritas hidup kita yang perlu kita perbaiki? Langkah praktis apa yang akan Anda lakukan dalam minggu-minggu ke depan untuk lebih memprioritaskan Tuhan dan melakukan perkara-perkara yang kekal?

<Pemandu membagikan aplikasi pribadi terlebih dahulu, kemudian mendorong setiap jemaat untuk menyampaikan satu atau dua langkah praktis yang akan dilakukan>

Beberapa contoh praktis yang bisa dilakukan:

• Membatasi atau mengurangi waktu pribadi yang terbuang sia-sia, baik dalam hal media sosial, atau nonton movie, drama, dan lain-lain yang berlebihan dan sifatnya memuaskan daging.

• Mengatur waktu untuk memberikan perhatian dan meluangkan waktu yang berkualitas bersama keluarga.

• Memprioritaskan waktu untuk berdoa, belajar Firman Tuhan, meminta pimpinan Roh Kudus dan beribadah kepada Tuhan. Kita perlu ditransformasi untuk lebih mengenal Yesus.

• Memberi perhatian kepada jemaat lain, ikut serta dalam pelayanan, dan menjadi saksi Kristus di mana pun kita ditempatkan oleh Tuhan.

Firman Tuhan selalu mengingatkan bahwa prioritas utama orang percaya adalah Kerajaan Allah. Ketika Tuhan menjadi yang terutama dalam hidup kita, maka keputusan, penggunaan waktu (kairos), dan arah kehidupan kita akan semakin selaras dengan kehendak-Nya. Yakinlah bahwa tidak ada waktu yang sia-sia saat kita melakukan Firman Tuhan.

<Pemandu mengajak jemaat untuk berdoa, meminta pertolongan Tuhan untuk agar setiap jemaat mampu mempergunakan waktu dengan hikmat dari Tuhan dan melakukan setiap komitmen pribadi mereka untuk terus memprioritaskan Tuhan>

Komunitas Kristen yang dinamis di tengah kota Philadelphia, yang didedikasikan untuk menyebarkan kasih Tuhan dan membangun iman yang memberkati seluruh bidang kehidupan.

© 2026 All rights reserved.