Hati Yang Siap Menerima Taburan Firman

Materi CG: Hati yang Siap Menerima Firman

CAREGROUP

7/31/20263 min baca

photo of white staircase
photo of white staircase

Obyektif: Jemaat memahami pentingnya memiliki hati yang diperbaharui, yang siap menerima benih Firman Tuhan agar bisa bertumbuh, dan menghasilkan buah Roh dalam kehidupan.

<Pemandu memberikan rangkuman dari khotbah dan juga mengajak jemaat membaca Firman Tuhan>

Ibarat tanah yang menjadi tempat bertumbuhnya tanaman, maka seperti itulah hati kita yang siap untuk menerima benih-benih kebenaran Firman Tuhan. Kualitas tanah itu menentukan apakah sebuah pohon bisa bertumbuh dan berbuah atau tidak, ini berarti keadaan hati kita juga menentukan apakah Firman Tuhan yang setiap minggu kita dengar, yang setiap hari kita baca akan berbuah atau tidak.

Mari kita baca bersama-sama perumpamaan tentang penabur di Markus 4 ayat 1 hingga 8, lalu ayat 14 hingga 20; agar kita bisa mengerti 4 jenis tanah atau keadaan hati dalam menerima benih Firman Tuhan <pemandu mengajak jemaat membaca semua ayat tersebut bersama-sama>:

• Tanah yang keras: ini menggambarkan keengganan manusia dalam menerima pengenalan akan Tuhan. Sifat hati yang keras ini terlihat dari ketidakpedulian, mudah terganggu dalam mendengarkan Firman Tuhan, atau penolakan terhadap Firman Tuhan (mengeraskan hati).

• Tanah yang berbatu dan dangkal: kita bisa menerima Firman Tuhan dengan penuh sukacita tetapi jika tidak berakar dengan dalam, maka kita akan mudah menyerah saat menghadapi ujian atau kesukaran hidup.

• Tanah yang bercabang, terhimpit semak duri: Firman Tuhan yang diterima bisa terhimpit oleh kekhawatiran, cinta akan uang, dan berbagai keinginan duniawi; pada akhirnya tidak bisa berbuah.

• Tanah yang baik dan gembur: sikap hati yang mau mendengar, menerima, dan mempraktikkan Firman Tuhan. Tuhan akan memberikan pertumbuhan sehingga kita akan menghasilkan buah 30, 60, bahkan 100 kali lipat.

Pertanyaan Penuntun: Tentu kita semua ingin memiliki hati seperti tanah yang baik, sehingga kita bisa berbuah, tapi pada kesempatan kali ini mari kita saling berbagi. Dari empat jenis tanah yang dijelaskan tersebut, kondisi hati manakah yang paling menggambarkan keadaan anda saat ini? Jika ada, apa saja jenis-jenis distraksi atau kekhawatiran yang selama ini menghalangi anda untuk fokus mendengar dan melakukan firman Tuhan?

<Pemandu membagikan pendapat dan jawaban pribadi mereka lalu meminta jemaat-jemaat lain untuk berani secara terbuka kondisi hati mereka>

Kabar baiknya, apapun keadaan kondisi “tanah” hati kita, ada satu Firman Tuhan yang kita perlu amini dan lakukan di Hosea 10 ayat 12 <pemandu membacakan ayat ini kepada jemaat>.

Seperti tanah yang keras, perlu dibajak ulang, agar tanah yang keras tersebut menjadi hancur dan bisa diolah kembali menjadi tanah yang baik. Begitu juga, hati kita yang mungkin terlanjur “keras” dalam menerima Firman Tuhan, kecewa kepada Tuhan dan sesama, sifat yang sombong, tindakan yang jauh dari mengasihi satu dengan yang lain.

Kita perlu datang kepada Tuhan untuk mengalami pertobatan, agar hati kita kembali menjadi “lunak”, dipulihkan oleh kasih karunia Tuhan, dan siap untuk kembali menerima Firman Tuhan, kembali ke dalam kasih Tuhan.

Mari kita baca Ulangan 6 ayat 5, <pemandu meminta salah satu jemaat membacakan ayat tersebut>, ini berarti pertumbuhan rohani terjadi karena mendengar firman, dan karena memiliki kasih dan kerinduan yang penuh (segenap hati, jiwa, kekuatan) kepada Tuhan. Tuhan ingin kita memprioritaskan Tuhan lebih dari yang lain, seperti di Matius 6 ayat 33 katakan <pemandu mengutip isi ayat tersebut>. Pertanyaan Aplikasi: oleh karena itu, apa saja tindakan praktis yang dapat dan mau anda lakukan dalam beberapa minggu ke depan ini, untuk mempersiapkan hati agar lebih siap menerima firman Tuhan? Apa sikap kita yang perlu diubah atau perlu bertobat?

<Pemandu memulai dengan membagikan aplikasi pribadi terlebih dahulu, kemudian mendorong jemaat lain untuk berbagi secara bergantian; agar setiap orang untuk menyampaikan satu komitmen praktis yang akan dilakukan>

Untuk tahu apakah komitmen dan tindakan kita sudah sesuai dengan keinginan Tuhan atau tidak, dan benih Firman Tuhan mengubahkan hati kita, sehingga kita bertumbuh, maka kita perlu melihat dan mengerti buahnya, yaitu buah Roh Kudus.

Ayo kita tutup dengan membaca Galatia 5 ayat 22 hingga 25 <pemandu mengajak jemaat membaca secara bergantian>.

Pada kesempatan hari ini, mari kita berikan diri kita untuk dipimpin oleh Roh dan menghasilkan buahnya. Agar kita menjadi lebih sabar, bisa mengampuni, lebih jarang tersinggung, memperhatikan satu dengan yang lain, walaupun banyak tantangan tetap bersukacita, percaya pada Tuhan sehingga tidak hidup dalam kekhawatiran atau ketakutan, menguasai diri mulai dari emosi kemudian perkataan dan tindakan.

Setiap kali kita berdoa, kita melipat/menutup tangan kita di depan hati kita, tetapi biarlah kita berdoa kepada Tuhan untuk membuka hati kita akan pengenalan akan Tuhan; seperti ini contoh doanya:

“Saya membuka hati saya kepada-Mu Tuhan, saya mau menerima firman Tuhan dan mempraktikkan kebenaran Firman Tuhan sehingga hidup saya akan terus berbuah bagi kemuliaan-Mu.”

<Pemandu mengajak jemaat untuk berdoa, meminta Tuhan untuk memampukan setiap jemaat melakukan komitmen pribadi mereka untuk bertobat dan memprioritaskan Tuhan>

Komunitas Kristen yang dinamis di tengah kota Philadelphia, yang didedikasikan untuk menyebarkan kasih Tuhan dan membangun iman yang memberkati seluruh bidang kehidupan.

© 2025. All rights reserved.