Your blog post

4/12/20262 min baca

photo of white staircase
photo of white staircase

Referensi Khotbah: https://www.youtube.com/live/y5Awaal-7Q8?si=lyVmSTNnJ_dfgTJD&t=1444

Obyektif: Jemaat memahami identitas mereka sebagai umat kepunyaan Allah dan mengerti konsep berkorban yang sejati bagi Tuhan sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran Firman Tuhan.

<Pemandu memberikan rangkuman dari khotbah dan juga mengajak jemaat membaca Firman Tuhan>

Kita semua yang beriman dan percaya pada Tuhan Yesus memiliki identitas dan hubungan yang sangat spesial dengan Tuhan, karena Firman Tuhan berkata kita menjadi umat terpilih, kudus, dan kepunyaan Allah yang telah ditebus dengan korban Tuhan Yesus Kristus di kayu salib. Melalui perjanjian (covenant) dan pengorbanan (offering/sacrifice) Yesus sebagai persembahan yang tak bercela tersebut kita sekarang menjadi “israel-israel” rohani.

Untuk memahami konsep ini dengan benar mari kita baca bersama bagaimana pada awalnya Allah membuat covenant tersebut dengan umat israel di Keluaran 19 ayat 1 hingga 13, dan bagaimana kita menjadi bagian dari covenant tersebut di 1 Petrus 2 ayat 9 dan 10.

<Pemandu meminta jemaat untuk membaca ayat tersebut secara bergiliran - rotasi>

Pertanyaan Penuntun: mengimani kebenaran Firman Tuhan bahwa kita adalah umat kepunyaan Allah yang terpilih, kudus dan mendapatkan kasih karunia dari Tuhan, apa dampaknya buat kehidupan anda secara pribadi (bagaimana anda memaknai identitas tersebut)? Apa yang seharusnya kita lakukan sebagai umat kepunyaan Allah?

<Pemandu membagikan kesaksian dan pendapat pribadi mereka lalu meminta jemaat-jemaat lain untuk berani menyampaikan pendapat mereka>

Kita perlu memeluk identitas kita sebagai umat Allah dengan sungguh-sungguh, karena kita sangat berharga di mata Tuhan hingga Tuhan Yesus mati menjadi korban yang sempurna untuk menebus segala dosa kita; sehingga kita bisa memberitakan kebaikan Tuhan ini.

Berkorban adalah hal yang sangat penting dan utama dalam kehidupan kita. Sebagai umat yang terpilih dan memiliki covenant dengan Allah, marilah kita belajar untuk berkorban yang terbaik, yang berkenan dan menyenangkan hati Tuhan. Mari kita pelajari dan baca bersama kebenaran Firman Tuhan mengenai berkorban <pemandu mengajak jemaat membaca Firman Tuhan bersama-sama>:

• Imamat 1 ayat 1-9: ini adalah ketentuan korban bakaran (burnt offering) karena bagi umat israel berkorban adalah pusat dari ibadah mereka pada Tuhan, sebagai tanda menghargai dan mempermuliakan Tuhan, ini adalah bentuk dedikasi dan ucapan syukur kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh.

• Kejadian 8 ayat 20-21: Nuh memberi contoh kepada kita mengenai korban bakaran sebagai bukti penghargaan dan ucapan syukur tertinggi kepada Tuhan. Karena Tuhan berkenan dan menerima korban tersebut, sehingga Tuhan memberikan janji-Nya (covenant) untuk tidak memusnahkan manusia dengan air bah.

• Roma 12 ayat 1: sebagai umat perjanjian Tuhan, sekarang tidak lagi kita membawa sapi dan lembu untuk dikorbankan di gereja; namun yang Tuhan mau adalah mempersembahkan segenap hidup kita sebagai bentuk ibadah yang sejati.

Kita juga perlu tahu betul jika tanpa Tuhan tidak mungkin kita bisa menjadi kudus, seperti tertulis di 1 Petrus 1 ayat 15 dan 16 <pemandu membacakan kepada jemaat>. Ini artinya kita perlu datang kepada Tuhan untuk mempersembahkan yang terbaik karena Tuhan kita adalah Tuhan yang kudus. Pertanyaan Aplikasi: oleh karena itu mari kita perhatikan bagaimana kita beribadah kepada Tuhan, apa yang anda mau berikan kepada Tuhan sebagai korban yang kudus dan berkenan pada Tuhan? Bagaimana praktik nyata yang mau kita terus lakukan dan tingkatkan lagi?

<Pemandu membagikan jawaban pribadi dan meminta para jemaat untuk membagikan jawaban mereka>

Sebagai penutup pertemuan CG kita hari ini, saya mau mengajak kita semua bergiliran membaca Kejadian 22 dimulai dari ayat 2, loncat ke ayat 7 hingga 13 <pemandu mengajak jemaat membaca secara bergiliran satu per satu>.

Pengorbanan kepada Tuhan bukan hanya sekedar kegiatan semata-mata atau yang kita lakukan satu kali saja; tetapi setiap pengorbanan yang mau kita berikan kepada Tuhan membutuhkan kesetiaan dengan kepercayaan penuh kepada Tuhan, dan sikap hati yang benar yaitu hormat dan taat kepada Tuhan. <pemandu menutup dengan membacakan kejadian 22 ayat 18>, percayalah bahwa Tuhan akan berkenan dan memberkati setiap pengorbanan kita.

<Pemandu mengajak jemaat untuk menyembah Tuhan dan menutup dengan doa bersama>

Komunitas Kristen yang dinamis di tengah kota Philadelphia, yang didedikasikan untuk menyebarkan kasih Tuhan dan membangun iman yang memberkati seluruh bidang kehidupan.

© 2025. All rights reserved.