Apakah Ishak Saudara?
4/26/20262 min baca
Referensi Khotbah: https://www.youtube.com/live/3_ctAtFcZ2E?si=AQMMIyZATPcnAVsu&t=385
Obyektif: Jemaat mengenali apa Ishak (hal yang paling berharga) dan mereka mau persembahkan di hadapan Tuhan, menjadikan Tuhan sebagai prioritas utama dalam hidup mereka.
<Pemandu memberikan rangkuman dari khotbah dan juga mengajak jemaat membaca Firman Tuhan>
Kita bisa belajar banyak dari perjalanan hidup Abraham, sebagai bapak dari orang beriman, salah satu peristiwa penting adalah saat iman Abraham diuji oleh Tuhan di Kejadian/Genesis 22:1-12. Mari kita baca secara bergantian <pemandu meminta para jemaat membaca secara bergiliran>.
Dari ayat tersebut, kita perlu memahami bahwa kadang Tuhan menguji iman kita melalui kejadian-kejadian dalam hidup kita. Kita perlu membedakan antara "ujian (test/trial)" dan "pencobaan (temptation)". Pencobaan atau temptation itu berhubungan erat dengan apakah kita akan tergoda oleh daging/hawa nafsu kita atau tidak, sehingga ujung-ujungnya manusia bisa jatuh ke dalam hawa nafsu dan berdosa.
Sedangkan, ujian/testing/trial itu tidak melalui godaan atau bujuk rayu, tetapi melalui tantangan yang kita hadapi, pada prosesnya iman kita akan dimurnikan dan bertumbuh dari glory ke glory, karena kita melakukan Firman Tuhan. Jika kita memahami ujian dari Tuhan, maka seharusnya kita tidak perlu khawatir saat menghadapi tantangan dalam hidup kita.
Bagi Abraham, Tuhan menguji dengan meminta hal yang sangat berharga, yaitu Ishak. Dalam hidup kitapun, pasti ada “Ishak” atau hal yang berharga yang akan menjadi bahan ujian Tuhan pada kita. Jika kita ingin lulus ujian ini, maka kitapun perlu mengikuti contoh bagaimana Abraham lulus ujian tersebut.
Pertanyaan Penuntun: Berdasarkan pengertian atau pengalaman hidup Anda, apa saja contoh-contoh “Ishak” (hal yang sangat berharga) dalam hidup kita yang Tuhan pernah atau sedang inginkan dari kita? Apakah Anda mengalami tantangan/kesulitan untuk mempersembahkan “Ishak” tersebut kepada Tuhan? Mari kita saling berbagi pengalaman atau kesaksian yang kita alami.
<Pemandu membagikan pengertian dan kesaksian pribadi mereka lalu meminta jemaat-jemaat lain untuk berani menyampaikan pengalaman ataupun pengertian mereka>
Untuk bisa lulus ujian, kita perlu kembali kepada prinsip utama, yaitu hati yang takut akan Tuhan, mengutamakan dan mengasihi Tuhan lebih dari apa pun juga. Mari kita baca bersama Keluaran/Exo 20:3, Mat 10:37-38, dan Mat 6:24 <pemandu dan jemaat membaca Firman Tuhan tersebut bersama-sama>.
Dalam menerapkan kebenaran Firman Tuhan ini, kadang kala kita perlu mengevaluasi kembali hubungan-hubungan dalam hidup kita, apakah kita mengasihi keluarga, teman-teman, atau hal-hal duniawi lainnya yang melebihi kasih kita kepada Tuhan. Lalu mari merenungkan kembali bagaimana Tuhan memberikan Anak-Nya, Tuhan Yesus Kristus, sebagai korban sejati yang menebus dosa kita.
Pertanyaan Aplikasi: Apa yang Anda mau lakukan untuk mencari “Ishak” dalam hidup Anda, lalu bagaimana Anda akan mengorbankan “Ishak” tersebut kepada Tuhan?
<Pemandu membagikan jawaban pribadi dan meminta para jemaat untuk membagikan jawaban mereka>
Saya mau ajak kita semua mengucapkan kalimat ini, “Saya mau hati-hati dalam menjaga hati”, karena Tuhan telah mengingatkan kita di 1 Tim 6:9-10 <pemandu membacakan ayat tersebut>:
Ayat 9: Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Ayat 10: Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”
Jangan sampai hati kita ternyata cinta akan uang, tanpa kita sadari, kita telah mengabdi pada mamon. Oleh karena itu, Tuhan juga memberikan kepada kita prinsip dan janji di Maleakhi/Malachi 3:10 dan Mat 6:25 tentang bagaimana kita perlu mengelola keuangan dengan mengutamakan Tuhan dan tidak perlu khawatir akan hidup kita, terutama dalam hal keuangan.
Jika kita mencontoh Abraham, untuk tidak ragu dan tidak khawatir dalam mengorbankan “Ishak” dalam hidup kita kepada kehendak dan rencana Tuhan, maka kita perlu membaca Kejadian/Gen 22:13 dan juga ayat 16-17 <pemandu membacakan ayat-ayat tersebut>. Tuhan menjadi Allah yang menyediakan (Jehovah Jireh) dan memberkati kita.
<Pemandu mengajak jemaat untuk menyembah Tuhan dan menutup dengan doa komitmen bersama mempersembahkan hal yang paling berharga pada Tuhan, agar setiap jemaat mendapat pewahyuan dan kekuatan dari Roh Kudus untuk mengutamakan Tuhan>

Komunitas Kristen yang dinamis di tengah kota Philadelphia, yang didedikasikan untuk menyebarkan kasih Tuhan dan membangun iman yang memberkati seluruh bidang kehidupan.
© 2026 All rights reserved.
